Berhasilkah wawancara kerja anda?

Deg-degan nungguin hasil interview kalian? Penasaran sama hasil wawancara kalian? Pengen taw prediksi hasilnya? Apakah kalian keterima atau nggak kerja di tempat nthu? Well,,brikut ini gw bakal kasi taw cara-cara memprediksikan hasil wawancara kerja kalian. Cara-cara brikut ini gw dapetin di majalah cewek jadi salah benernya gw ga tanggung ya! wehehehe... xP

Tanda baik:
- Pewawancara aktif bertanya pada Anda. Ini menunjukkan dia sangat tertarik pada Anda dan ingin tahu lebih banyak tentang Anda.
- Proses wawancara berlangsung lama, lebih dari 30 menit.
- Suasana wawancara sangat cair. Pewawancara terlihat sangat rileks. Pertanyaan tak melulu soal pekerjaan, tapi juga hobi dan sebagainya. Ini menandakan ada chemistry antara Anda dan si pewawancara.
- Si pewawancara langsung menanyakan kesiapan Anda untuk bergabung bersama mereka.

Tanda buruk:
- Wawancara berlangsung hanya beberapa menit. Ini menunjukkan Anda bukanlah yang mereka cari.
- Bahasa tubuh si pewawancara menunjukkan sikap tak bersemangat, penuh keraguan, yang diperlihatkan dengan gerakan-gerakan menggaruk hidung, matanya tidak menatap Anda, dan sebagainya.

Baca Selengkapnya...

Arti kesetiaan Hachiko

Apakah sebenarnya arti dari sebuah kesetiaan? Mungkin saat ini pertanyaan itu sangatlah susah untuk di jawab oleh kita semua. Namun, seekor anjing yang pernah hidup di Shibuya, Jepang ini pernah memberikan kita sebuah pelajaran penting nan berharga tentang arti dari sebuah kesetiaan. Ya, ini adalah kisah Hachiko, sang anjing legenda, lambang kesetiaan dari kota Shibuya. Lahir pada tanggal 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Oshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saito dari kota Odate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Odate, 14 Januari 1924. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo.
Hachi kemudian menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburo Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store sekarang.
Setiap pagi Hachi selalu mengantar kepergian majikannya untuk bekerja di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Pada malam harinya, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput. Kisah hidup Hachi kemudian menjadi sangat terkenal ketika ia mengantarkan Prof. Ueno ke stasiun pada tanggal 21 Mei 1925. Saat itu seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.
Nasib malang kemudian ikut menimpa Hachi karena Yae, yang kini menjadi satu-satunya majikannya harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Hachi dan John kemudian dititipkan di beberapa kerabat dekat Prof. Ueno namun Hachi tidak pernah diterima dengan baik oleh keluarga barunya. Sampai akhirnya Hachi dititipkan di rumah keluarga Kikusaburo Kobayashi yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasan Tomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi kembali terlihat menunggu kepulangan majikannya itu di Stasiun Shibuya. Tetap menunggu seakan-akan ia masih tidak percaya dengan kematian tuannya.
Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saito dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saito menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya roken monogatari ("Kisah Anjing Tua yang Tercinta"). Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikannya. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran ko (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachiko.
Hachiko terus menunggu tuannya di stasiun tersebut, berharap suatu saat tuannya yang sesungguhnya akan turun dari salah satu kereta yang berhenti disana. Sampai akhirnya pada pagi hari sekitar pukul 6 tanggal 8 Maret 1935, setelah menunggu selama hampir 10 tahun, Hachiko, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachiko biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis. Hachiko kini benar-benar telah kembali bertemu dengan tuan yang di cintainya.
Upacara perpisahan dengan Hachiko dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myoyu-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachiko berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachiko dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di Pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachiko diopset, dan hingga kini dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Ueno, Tokyo.
Patung Hachiko kemudian didirikan di depan Stasiun Shibuya dan Stasiun Odate (tempat kelahiran Hachiko). Patung Hachiko di depan Stasiun Shibuya tersebut lantas di gunakan oleh orang-orang yang ingin bertemu di Shibuya sebagai tempat janji bertemu mereka. Pada tahun 1937 kisah Hachiko juga dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah On o wasureruna (Balas Budi Jangan Dilupakan). Kisahnya juga sempat difilmkan pada tahun 1983 dan dibuatkan pula drama televisinya pada tahun 2007.

Hachiko, teman terbaik manusia, lambang kesetiaan sejati yang sebelumnya bahkan tidak pernah ditunjukkan oleh manusia.


(kisah diatas diambil dari berbagai sumber, kesalahan penulisan dan kalimat mohon dimaklumi ya! hee.. ^^)

Baca Selengkapnya...

9 bulan tak digaji, pramugari Air Comet Spanyol telanjang!

Berbagai cara memang dapat dilakukan oleh para demonstran untuk mendapatkan perhatian dan simpati dari masyarakat, seperti halnya yang dilakukan oleh para pramugari dari maskapai penerbangan Comet Air Spanyol ini. Kesal karena gaji mereka tak kunjung dibayarkan hingga 9 bulan lamanya, para pramugari-pramugari nan cantik ini pun akhirnya memilih untuk melakukan aksi protes. Bukannya berdemo di depan gedung DPR ataupun melemparkan batu ke arah polisi, pramugari-pramugari inipun melakukan aksi protes dengan gaya mereka sendiri! Mereka memilih melakukan protes dengan membuat sebuah kalender telanjang dimana mereka sendiri yang menjadi modelnya! Ya, telanjang guyz! Hwehe... Aksi ini mereka lakukan untuk mendapatkan simpati sekaligus perhatian dari masyarakat akan nasib yang menimpa mereka setelah pengadilan Inggris menyita 9 pesawat milik perusahaan penerbangan Air Comet tempat mereka bekerja atas permintaan bank asal Jerman, NSH Nordbank. Hhh,, bwat para pramugari Indonesia yang pengen demo juga mohon ditiru ya! Wkwkwkwkwk! :D





Baca Selengkapnya...

UFO and all about their alien... (part 2) : rise of the pyramid empire

Watch this video first!




Di penghujung tahun 2009 kemarin, warga kota Moskow, Rusia sempat dikejutkan oleh sebuah fenomena langka nan menakjubkan di atas langit malam kota mereka. Sebuah penampakan UFO selama beberapa menit yang disaksikan oleh jutaan warga di kota tersebut. Tidak sedikit pula warga yang sempat mengabadikan peristiwa tersebut menggunakan kamera mereka. Ada yang berbeda pada penampakan UFO kali ini, apabila sebelumnya UFO selalu digambarkan berbentuk 'piring' maka UFO yang melayang dan berputar diantara gedung pencakar langit Rusia malam itu berbentuk piramida yang cukup besar. Piramid tersebut melayang dan melakukan rotasi/berputar pada porosnya selama beberapa menit untuk kemudian terbang dengan kecepatan tinggi, menghilang seketika itu pula. Peristiwa ini pun kemudian sempat menjadi pembicaraan hangat baik di Rusia sendiri maupun juga di negara-negara lain. Menakjubkan memang, sebuah piramid besar melayang-layang di atas kota seperti itu tapi apakah ada yang sadar? Benda besar itu berbentuk piramid! Piramid! Bentuk yang sama seperti yang bisa kalian lihat di Mesir!
Well,,sebelum kita mulai membicarakan apa hubungannya piramid Mesir dengan UFO di Moskow tadi sebaiknya kita mulai untuk membicarakan piramid terlebih dahulu. Piramid seperti yang kalian tahu selama ini dibuat ribuan tahun yang lalu, jauh sebelum peradaban modern mulai ditemukan. Piramid seperti yang kalian ketahui selama ini juga tidak hanya terdapat di Mesir, piramid juga dapat ditemukan di Amerika Tengah, Asia Tenggara, Cina, dan belakangan ditemukan pula di dalam kedalaman laut Jepang. Fungsi dari tiap piramid di tiap-tiap daerah itu memang berbeda-beda, tapi apakah ada yang sadar? Walaupun memiliki fungsi yang berbeda-beda mereka tetap memiliki kesamaan! Ada yang sadar? Ya,, piramid-piramid tersebut dibuat hampir bersamaan ribuan tahun yang lalu, mereka sama-sama memiliki bentuk piramid, dan mereka memiliki pemahaman yang sama tentang dewa mereka.
Mereka, rakyat di negeri yang memiliki piramid tadi sama-sama memuja dewa matahari sebagai dewa tertinggi mereka. Ada yang aneh? Rakyat di negeri-negeri tadi juga sangat takut akan dewa mereka. Mereka meyakini apabila ada tindakan mereka yang salah maka dewa matahari akan segera menghukum mereka! Terdengar biasa memang, mengingat pengaruh matahari yang memang sangat besar bagi kehidupan di Bumi. Namun, ada satu kelebihan di Mesir. Rakyat Mesir kala itu bahkan mempercayai bahwa Raja mereka merupakan keturunan langsung dari sang dewa, yang menandakan sang dewa pernah "turun" dari langit untuk kemudian berhubungan dengan wanita pribumi untuk kemudian melahirkan seorang anak. Anak yang merupakan keturunan langsung sang dewa. Ilustrasi tadi memang merupakan pemahaman yang saya karang sendiri, tapi apakah kalian dapat membayangkannya? Sang dewa matahari, turun dari langit, memiliki seorang anak di bumi, dan membuatkannya sebuah piramid. Pada beberapa kasus penampakan yang disaksikan oleh banyak orang sebelumnya, UFO pernah digambarkan berbentuk sinar bundar besar yang dikelilingi sinar lainnya berbentuk pelangi yang mengelilinginya (Matahari yang turun dari langitkah?).
Sekarang kita melenceng sedikit dari topik kita tadi. Pernahkah kalian mendengar tentang Atlantis? Ya, sebuah benua dengan masyarakt yang memiliki peradaban yang sangat canggih. Mereka sering digambarkan sebagai masyarakat dengan budaya dan teknologi yang jauh melampaui negara-negara lainnya pada masa itu. Mereka dikatakan memiliki jalanan dan gedung-gedung yang semuanya dilapisi emas. Masyarakat Atlantis juga seringkali diceritakan memiliki peralatan-peralatan yang luar biasa! Seringkali orang-orang Yunani kuno berdecak kagum dan iri melihat orang-orang Atlantis bebas beterbangan menggunakan "kereta" terbang mereka.
Selain Atlantis sebenarnya masih ada satu lagi peradaban maju lainnya pada masa kejayaan Atlantis tadi. Peradaban tersebut bernama Lemuria. Lemuria sebenarnya memiliki budaya dan teknologi yang sama majunya dengan Atlantis, hanya saja lokasi geologisnya yang terletak cukup jauh dari Yunani kuno (yang kala itu merupakan salah satu bangsa yang sedang berkembang pesat dunia sastranya sehingga para sastrawan dan filsuf mereka rajin mencatat apa yang mereka lihat) menyebabkan Lemuria menjadi terlupakan, tenggelam oleh cerita-cerita menakjubkan dari Atlantis. Atlantis dan Lemuria memang memiliki beberapa kesamaan terutama dalam bidang teknologi. Mereka dikatakan sama-sama memiliki teknologi yang memudahkan orang-orangnya untuk bepergian dan berdagang melalui udara serta sama-sama menghilang secara misterius dalam semalam, mereka juga memiliki banyak perbedaan. Selain letak geografis mereka dimana benua Atlantis menurut catatan karangan Plato berada di antara diantara Eropa Selatan dan Amerika Tengah sementara benua Lemuria berada di Samudra Pasifik diantara benua Amerika dan Asia, Lemuria diyakini memilki luas wilayah yang cukup besar di bandingkan Atlantis yang kecil.
Perbedaan lainnya adalah bangsa Lemuria senang hidup damai, itulah sebabnya mengapa mereka tidak memiliki persenjataan dan juga tentara padahal pada banyak hal lain mereka sangatlah maju. Berbeda dengan bangsa Atlantis yang digambarkan sebagai negara adidaya pada masanya. Mereka memiliki tentara dan persenjataan yang canggih. Atlantis digambarkan sebagai bangsa kuat dan mampu menaklukkan banyak negara sekaligus dengan sangat mudah! Sampai akhirnya Atlantis kemudian memilih untuk menaklukkan Lemuria. Karena sifatnya yang cinta damai, bangsa Lemuria pun tidak dapat berbuat banyak ketika negaranya diserang oleh bangsa Atlantis. Banyak diantara orang-orang Lumeria yang mati dalam serangan tersebut sampai akhirnya sebagian besar bangsa Lumeria yang masih hidup memutuskan untuk meninggalkan negara yang mereka cintai dengan cara terbang ke angkasa.
Apa hubungan kedua bangsa ini dengan piramid dan fenomena UFO di atas kota Moskow? Mudah saja, piramid seperti yang sudah dijelaskan diatas dapat ditemukan hampir di semua tempat di planet Bumi. Di Cina, ada piramid yang sebelumnya lama dikira sebagai gunung sampai akhirnya ada seorang pilot perang dunia kedua yang memfotonya dari atas pesawat dan akhirnya menyadari keanehan gunung 'segi empat' tersebut. Di Jepang, sejak tahun 1950an banyak ditemukan piramida dan bangunan-bangunan batu raksasa yang dipercaya tidak ada hubungannya dengan peradaban Jepang modern yang ada sekarang. Belakangan ini terutama sejak tahun 1995 juga telah ditemukan banyak piramida-piramida baru di dasar laut Jepang. Beberapa diantaranya bahkan memiliki ukuran yang sangat besar! Nah, masalahnya sekarang siapakah yang membangun piramid-piramid bawah laut tersebut?
Apabila kalian masih ingat tentang Lemuria yang tadi sempat disinggung diatas? Benua Lemuria digambarkan sebagai benua yang cukup besar dan berada di Samudra Pasifik padahal saat ini tidak ada benua bahkan pulau besar disana. Kemanakah benua Lemuria tersebut? Ingatkah kalian tentang legenda tenggelamnya Atlantis? Apakah hal yang sama juga menimpa benua Lemuria? Saya rasa mungkin saja! Dan saya rasa piramida-piramida di dasar laut Jepang tadi juga bisa jadi merupakan salah satu bukti peninggalan bangsa Lemuria karena sampai sekarang masih banyak ditemukan piramid-piramid lainnya yang diperkirakan tersebar luas di seluruh Pasifik!


Sekarang kita kembali membahas UFO piramida di atas Moskow tadi. UFO Moskow seperti yang ditampilkan pada video diatas jelas-jelas berbentuk piramida dan bentuknya sangat mirip dengan piramid-piramid di Mesir! Setuju? Dan piramid-piramid yang ditemukan tersebar di dasar laut sekitar Jepang tadi mungkin saja berhubungan dengan bangsa Lemuria! Setuju? Dan apabila piramid-piramid tadi benar milik bangsa Lemuria lantas dengan apa mereka 'terbang' melarikan diri menuju angkasa ketika mereka diserang bangsa Atlantis???? Hahahaha.. Sekarang kalian pasti sudah mengerti apa yang saya maksud. Mungkin saja UFO piramida yang berputar dan melayang di atas langit Moskow tersebut sebenarnya hanya ingin melihat-lihat keadaan kampung halamannya setelah mereka tinggalkan ribuan tahun lamanya. Setuju?



Baca Selengkapnya...
Category: 2 komentar